Susahnya Jadi Petani Desa
Pupuk langka, belinya sulit, harga pupuk naik terus. Masalah klise untuk petani indonesia, trutama petani2 desa. itulah gambaran saya saat ikut urun rembug (diskusi bersama) KTNA kota bojonegoro di desa Balen kemarin
Untuk beli pupuk saja, sekarang ruwetnya minta ampun, harus bawa ktp, nama pembeli harus sudah tercatat dan berapa hektar sawah yang dipunyainya, sehingga seandainya ada petani punya sawah dan tidak terdaftar maka tidak bisa membeli pupuk bersubsidi (bersubsidi tapi tetep mahal). Semua keruwetan ini karena pemerintah memberlakukan sistem distribusi tertutup. sebenarnya tujuan sistem ini sangat bagus, tapi dalam prakteknya malah membuat petani bingung dan kocar-kacir, sehingga gak jarang petani misuh-misuh (berkata kotor) karena merasa dipersulit/dianiaya oleh sistem tertutup ini. Dan bisa anda tebak siapa yang menjadi tumbal pisuhan (perkataan kotor/hinaan) ini, tentu saja orang nomor satu di negeri ini.
Sebenarnya kalo petani mau sedikit pintar (baca : belajar) sistem ini bisa membantu masalah pupuk petani desa, masalahnya petani2 desa selalu overdosis dalam memberi pupuk dan tidak memakai aturan dan saran dari pemerintah, padahal pembelian pupuk dari pemerintah sudah dipaketkan. Yang artinya terdiri dari beberapa jenis pupuk sekaligus dalam pembelian. Petani seharusnya juga bisa mencari pupuk alternative yang jauh lebih murah yaitu pupuk organik dari korotan ternak atau sampah organik. untuk masalah ini sebenarnya sudah ada kelompok2 tani yang menggunakanya, tetapi penggunaanya terbatas pada kelompok tersebut saja dan petani lain tidak mau mengadopsi cara ini.
Terlepas masalah pupuk sebenarnya masih banyak masalah yang dihadapi oleh petani2 di desa-desa. Pemerintah seharusnya lebih mendorong usaha pupuk organik atau memberikan kemudahan dalam sektor industri pupuk sehingga menarik investor asing dan lokal untuk masuk ke sektor ini dan bisa mendongkel dominasi pupuk bersubsidi sehingga nantinya harga pasar akan bersaing dan tentu saja petanilah yang akan diuntungkan dari persaingan harga pasar di sektor pupuk ini.
Seperti iklan yang sering nongol di tv "where there's a will there's a way" kita lihat saja seberapa kuat keinginan pemerintah memperbaiki pertanian indonesia.


LiSan Skywalker
Makanya banyak petani datang ke Jakarta jadi abang becak *ngga nyambung banget yak* ^o^